Rupiah Menguat ke Rp 15.380 per Dolar AS Didukung Aliran Masuk Modal Asing
Rupiah menguat signifikan terhadap dolar AS seiring meningkatnya aliran modal asing ke pasar obligasi.
Dewi Lestari
editor
Kamis, 4 Juni 2026
2 menit baca
Nilai tukar rupiah menguat tajam terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (21/5/2026), mencapai Rp 15.380 per dolar AS, tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Penguatan ini didukung oleh masuknya dana asing senilai Rp 4,2 triliun ke pasar obligasi domestik.
Direktur Pengelolaan Dewan Moneter Bank Indonesia, Edi Santoso, menjelaskan bahwa aliran modal masuk terjadi seiring berkurangnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan moneter global. "Pasar mulai price in kemungkinan The Fed akan menahan kenaikan suku bunga. Ini berita positif bagi emerging market," katanya.
Head of Research PT Bahana Sekuritas, Putu Agus Prasetyo, menambahkan bahwa yield obligasi Indonesia 10 tahun yang tercatat 6,85 persen menjadi daya tarik tersendiri bagi investor asing. "Return Indonesia lebih menarik dibandingkan beberapa negara ASEAN lainnya," jelasnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi penguatan rupiah. "Ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global," katanya.
Data Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa realisasi penerimaan pajak per April 2026 mencapai Rp 567 triliun atau 32,7 persen dari target APBN. Realisasi ini lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 30,2 persen.
Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) berharap penguatan rupiah bisa menekan biaya impor bahan baku. "Banyak anggota kami yang mengimpor mesin dan komponen dari luar negeri. Penguatan rupiah ini mengurangi biaya operasional kami," kata Wakil Ketua Umum APINDO, Suryadi Sasmita.
Analis Valbury Asia Futures, Yohanes Renggono, memproyeksikan rupiah berpotensi menguji level Rp 15.200 per dolar AS dalam dua pekan ke depan jika aliran modal asing terus berlanjut. "Namun, kami tetap waspada terhadap potensi reversal jika ada perubahan sentimen global," ujarnya.
9,340 views
Artikel Terkait
I
Ekonomi
Indonesia Tandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Uni Emirat Arab
Indonesia dan UEA menandatangani perjanjian perdagangan bebas yang diharapkan meningkatkan ekspor.
B
Ekonomi
Bank Indonesia Pertahankan BI Rate di 6 Persen, Gubernur Sebut Inflasi Terkendali
Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6 persen.
C
Ekonomi
Cadangan Pemerintah Capai 2,4 Juta Ton, Harga Beras Stabil Jelang Ramadan
Pemerintah menyatakan cadangan beras nasional mencapai 2,4 juta ton menjelang bulan Ramadan.
P
Ekonomi
PLN Catat Laba Bersih Rp 4,8 Triliun di Semester I 2026
PT PLN (Persero) mencatatkan laba bersih Rp 4,8 triliun di semester pertama 2026.