Senin, 8 Juni 2026

Bank Indonesia Pertahankan BI Rate di 6 Persen, Gubernur Sebut Inflasi Terkendali

Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6 persen.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

editor

Kamis, 4 Juni 2026
2 menit baca
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6 persen dalam rapat kebijakan moneter yang digelar Kamis (18/5/2026). Keputusan ini sesuai ekspektasi pasar dan didasari pada kondisi inflasi yang mulai terkendali. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa inflasi nasional pada April 2026 tercatat 2,87 persen secara year-on-year, berada di koridor target 2-4 persen. "Inflasi inti juga sudah turun ke 2,45 persen. Ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter yang selama ini kita jalankan sudah efektif," katanya dalam konferensi pers. Perry menambahkan bahwa Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ekonomi global, khususnya kebijakan moneter Federal Reserve AS. "Kami tetap waspada terhadap potensi volatilitas pasar keuangan global," ujarnya. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut baik keputusan BI. "Suku bunga yang stabil akan mendukung pemulihan ekonomi domestik. Kami berharap ini bisa mendorong pertumbuhan kredit investasi," katanya. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arsjad Rasjid menilai bahwa kepastian suku bunga ini akan memberikan kelegaan bagi dunia usaha. "Pelaku usaha bisa merencanakan investasi dengan lebih pasti. Ini good news untuk ekonomi," ujarnya. Data BI menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit pada April 2026 mencapai 10,2 persen secara year-on-year, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang 9,8 persen. Pertumbuhan kredit konsumsi tercatat 11,3 persen, sedangkan kredit investasi 9,1 persen. Analis senior Mandiri Sekuritas, Rully Arya Wisnubrata, memproyeksikan BI akan mulai menurunkan BI Rate pada kuartal ketiga 2026 seiring tekanan inflasi yang mereda. "Kami prediksi ada potensi pemangkasan 25 basis poin pada September mendatang," katanya. Rupiah terpantau menguat 0,3 persen ke posisi Rp 15.420 per dolar AS pasca-pengumuman keputusan BI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup naik 0,8 persen ke level 7.450.
15,200 views

Artikel Terkait