PLN Catat Laba Bersih Rp 4,8 Triliun di Semester I 2026
PT PLN (Persero) mencatatkan laba bersih Rp 4,8 triliun di semester pertama 2026.
Dewi Lestari
editor
Rabu, 27 Mei 2026
2 menit baca
PT PLN (Persero) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 4,8 triliun di semester pertama tahun 2026, naik 23 persen dari periode yang sama tahun lalu. Peningkatan laba ini ditopang oleh efisiensi operasional dan peningkatan penjualan energi listrik sebesar 7,2 persen.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa penjualan energi listrik mencapai 127,4 TWh di semester I 2026. "Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pelanggan baru sebanyak 4,8 juta pelanggan dan peningkatan beban puncak," katanya dalam paparan kinerja di Jakarta, Rabu (22/5/2026).
Efisiensi biaya bahan bakar menjadi kontributor utama peningkatan laba. PLN berhasil menekan biaya bahan bakar gas dan batu bara melalui optimalisasi operasional pembangkit.
Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi kinerja PLN. "PLN berhasil menyeimbangkan antara pelayanan publik dan pencapaian bisnis. Ini sesuai dengan arahan Presiden," ujarnya.
PLN juga berhasil menurunkan rasio pencoretan (T&D losses) dari 7,83 persen menjadi 7,61 persen. "Kami terus berupaya menurunkan pencoretan hingga di bawah 7 persen pada akhir tahun," kata Darmawan.
Dari sisi investasi, PLN mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp 67,3 triliun untuk semester kedua 2026. Sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan gardu distribusi dan jaringan transmisi baru.
Asosiasi Perusahaan Listrik Indonesia (APLI) menilai kinerja PLN menjadi contoh bagi BUMN lainnya. "PLN membuktikan bahwa BUMN bisa sekaligus menjalankan mandat publik dan menghasilkan keuntungan," kata Ketua Umum APLI, Eddie Widiono.
8,450 views
Artikel Terkait
I
Ekonomi
Indonesia Tandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Uni Emirat Arab
Indonesia dan UEA menandatangani perjanjian perdagangan bebas yang diharapkan meningkatkan ekspor.
R
Ekonomi
Rupiah Menguat ke Rp 15.380 per Dolar AS Didukung Aliran Masuk Modal Asing
Rupiah menguat signifikan terhadap dolar AS seiring meningkatnya aliran modal asing ke pasar obligasi.
B
Ekonomi
Bank Indonesia Pertahankan BI Rate di 6 Persen, Gubernur Sebut Inflasi Terkendali
Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6 persen.
C
Ekonomi
Cadangan Pemerintah Capai 2,4 Juta Ton, Harga Beras Stabil Jelang Ramadan
Pemerintah menyatakan cadangan beras nasional mencapai 2,4 juta ton menjelang bulan Ramadan.