Senin, 8 Juni 2026

Rumah Sakit di Indonesia Mulai Terapkan Sistem AI untuk Diagnosis Penyakit

Beberapa rumah sakit besar di Indonesia mulai mengadopsi kecerdasan buatan untuk membantu diagnosis.

Rina Wati

Rina Wati

reporter

Senin, 25 Mei 2026
2 menit baca
Sejumlah rumah sakit besar di Indonesia mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu proses diagnosis penyakit. RS Pondok Indah, RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan RS Hasan Sadikin menjadi pelopor penggunaan sistem AI dalam diagnosis medis. Direktur Utama RS Pondok Indah, Dr. Aditya Surya, menjelaskan bahwa sistem AI yang digunakan adalah buatan lokal yang dikembangkan oleh startup kesehatan digital, Mediscan AI. "Sistem ini bisa menganalisis hasil rontgen dan CT scan dengan akurasi mencapai 94 persen," katanya. Keberadaan AI di rumah sakit tidak menggantikan peran dokter, melainkan membantu mereka dalam mengambil keputusan yang lebih cepat dan akurat. "AI membantu kami menyaring ribuan data medis dan mengidentifikasi pola yang mungkin terlewatkan oleh mata manusia," jelasnya. Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Daeng M. Faqih, menilai bahwa penggunaan AI dalam medis perlu diatur secara ketat. "Dokter tetap menjadi otoritas utama dalam diagnosis. AI hanya alat bantu, bukan pengganti," katanya. Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan pedoman penggunaan AI dalam pelayanan kesehatan yang mencakup aspek etika, privasi data pasien, dan standar akurasi. "Kami memastikan bahwa penggunaan AI tidak mengorbankan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien," ujarnya. Head of Medical Affairs Mediscan AI, dr. Rizki Andriansyah, menjelaskan bahwa sistem mereka sudah terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). "Kami berharap bisa diterapkan di seluruh rumah sakit pemerintah pada 2027," katanya. Penggunaan AI dalam medis diproyeksikan bisa meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan hingga 30 persen dan mengurangi waktu tunggu pasien secara signifikan.
12,400 views

Artikel Terkait