Kementan Siapkan Program Vaksinasi PMK untuk 4,2 Juta Hewan Ternak
Kementerian Pertanian menyiapkan vaksinasi PMK untuk 4,2 juta hewan ternak menjelang Idul Adha.
Rina Wati
reporter
Selasa, 2 Juni 2026
1 menit baca
Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan program vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk 4,2 juta hewan ternak menjelang Idul Adha 2026. Program ini dilakukan untuk mencegah wabah PMK yang sempat mengkhawatirkan pada tahun sebelumnya.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa vaksinasi akan dilakukan secara masif di 34 provinsi, dengan fokus pada daerah sentra peternakan seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan NTT. "Kami menargetkan seluruh hewan ternak yang akan dikurbankan sudah tervaksinasi," katanya.
Stok vaksin PMK yang tersedia saat ini mencapai 6,5 juta dosis, melebihi kebutuhan. Vaksin diimpor dari Turki dan diproduksi oleh Bio Farma di dalam negeri.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah, menjelaskan bahwa vaksinasi sudah dimulai sejak April dan akan berakhir pada akhir Juni 2026. "Sampai saat ini sudah 2,8 juta hewan ternak yang tervaksinasi," ujarnya.
Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi Potong Indonesia (PPSPI), Ida Bagus Alit, menyambut baik program ini. "Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga stok daging nasional menjelang Idul Adha," katanya.
Kementan juga menghimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban dari penjual resmi yang sudah memiliki sertifikat kesehatan. "Pastikan hewan kurban memiliki surat keterangan sehat dari dokter hewan," ujarnya.
6,780 views
Artikel Terkait
K
Kesehatan
Kemenkes Laporkan Kasus DBD Meningkat 40 Persen di Musim Hujan 2026
Kementerian Kesehatan melaporkan peningkatan kasus demam berdarah dengue sebesar 40 persen.
B
Kesehatan
BPOM Setujui Vaksin COVID-19 Produksi Lokal untuk Dosis Ketiga
BPOM menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 produksi Bio Farma untuk dosis ketiga atau booster.
R
Kesehatan
Rumah Sakit di Indonesia Mulai Terapkan Sistem AI untuk Diagnosis Penyakit
Beberapa rumah sakit besar di Indonesia mulai mengadopsi kecerdasan buatan untuk membantu diagnosis.