Senin, 8 Juni 2026

Tajuk Rencana: Pentingnya Literasi Energi bagi Masyarakat Indonesia

Pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang isu-isu energi di Indonesia.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

editor

Minggu, 31 Mei 2026
2 menit baca
Isu energi menjadi salah satu topik yang paling sering disalahpahami oleh masyarakat Indonesia. Banyak yang menilai mahalnya tarif listrik atauBBM tanpa memahami struktur biaya dan kebijakan yang melatarbelakanginya. Literasi energi menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi kesalahpahaman ini. Menurut survei yang dilakukan oleh Kementerian ESDM pada 2025, hanya 22 persen masyarakat yang memahami perbedaan antara subsidi energi dan kompensasi energi. Sementara 65 persen responden tidak tahu bahwa harga BBM bersubsidi sudah ditutup selisihnya dengan harga internasional oleh APBN. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Dadan Kusdiana, menilai bahwa literasi energi yang rendah menjadi penghambat utama percepatan transisi energi. "Masyarakat tidak akan mendukung kebijakan energi terbarukan jika tidak memahami urgensi dan manfaatnya," katanya. Program literasi energi perlu dimulai dari jenjang pendidikan dasar hingga masyarakat umum. Materi yang disampaikan harus praktis dan mudah dipahami, seperti cara menghemat energi di rumah, manfaat panel surya, dan dampak emisi karbon. Pakar energi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Eniya Listiani Dewi, menyarankan agar pemerintah mengintegrasikan literasi energi ke dalam kurikulum pendidikan nasional. "Anak-anak perlu belajar tentang energi sejak dini agar mereka tumbuh menjadi warga negara yang peduli terhadap isu energi," ujarnya. Komisi Informasi Publik (KIP) juga bisa berperan aktif dalam menyebarkan informasi energi yang akurat dan mudah diakses oleh publik. "Transparansi data energi akan membantu masyarakat membuat keputusan yang lebih baik," kata Komisioner KIP,ce. Tanpa peningkatan literasi energi yang signifikan, setiap kebijakan energi akan selalu menuai resistensi dari masyarakat yang belum memahami kompleksitas isu ini.
3,870 views

Artikel Terkait