Senin, 8 Juni 2026

Film "Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak" Raih Penghargaan di Festival Cannes

Film Indonesia "Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak" meraih penghargaan prestigious di Festival Cannes 2026.

Rina Wati

Rina Wati

reporter

Jumat, 5 Juni 2026
2 menit baca
Film Indonesia berjudul "Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak" garapan sutradara Mouly Surya meraih penghargaan Prix du Scénario (Skenario Terbaik) dalam Festival Film Cannes 2026 yang digelar di Prancis. Pengumuman ini disambut gegap gempita oleh pegiat perfilman Tanah Air. Penghargaan diberikan oleh dewan juri yang diketuai oleh sutradara Korea Selatan, Bong Joon-ho. Skenario film ini ditulis oleh Titien Wattimena dan Mouly Surya, menceritakan kisah perempuan Sumba yang membalas dendam atas kekerasan seksual. Sutradara Mouly Surya tidak bisa menahan air mata saat menerima penghargaan. "Ini untuk semua perempuan Indonesia. Saya berharap film ini membuka mata dunia tentang keberanian perempuan Indonesia," katanya dalam pidato penerimaan. Aktris utama Marsha Timothy, yang memerankan Marlina, menyatakan kebanggaannya. "Ini pencapaian tertinggi dalam karier akting saya. Bersyukur bisa menjadi bagian dari proyek ini," ujarnya. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim memberikan ucapan selamat melalui akun media sosialnya. "Ini membuktikan bahwa sineas Indonesia mampu bersaing di kancah internasional. Selamat untuk seluruh tim," tulisnya. Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, menambahkan bahwa keberhasilan ini akan memotivasi sineas muda Indonesia. "Industri perfilman nasional sedang dalam masa keemasan. Dukungan pemerintah terhadap industri kreatif akan terus ditingkatkan," katanya. Film "Marlina" menghabiskan masa produksi selama 25 hari di lokasi syuting di Sumba, NTT. Biaya produksi mencapai Rp 18 miliar, didukung oleh dana dari Pemerintah Provinsi NTT dan beberapa sponsor lokal. Producer film, Riri Riza, mengatakan bahwa film ini akan mulai ditayangkan di bioskop Indonesia pada Juli 2026. "Kami berharap pencapaian di Cannes bisa meningkatkan antusiasme penonton lokal," ujarnya. Indonesia sebelumnya juga pernah mengirimkan film ke Festival Cannes, termasuk "A Separation" karya Sutradara Garin Nugroho yang masuk dalam kompetisi utama pada 2019.
21,400 views

Artikel Terkait